Rabu, 16 Agustus 2017

Gula Aren Menjadi Salah Satu Potensi UKM Desa Pasanggrahan

Gula aren merupakan produksi rumahan tempatnya di Dusun 2 RW 9 di Desa Pasanggrahan. Di Dusun 2 hampir seluruh warganya usaha sampingan dengan memproduksi Gula aren ini.karena di Desa Pasanggrahan banyak sekali pohon aren. Maka hal ini di gunakan oleh para warganya untuk mengambil nira (tuak) untuk di jadikan gula aren.


Dan hasilnya memang lumayan sehingga dapat membantu perekonomian warga disana. Dalam pengambilan nira ataulebih di kenal oleh warga setempat dengan sebutan (nyadap) ini hanya dilakukan pada pagi dan sore hari. Jadi pada warga menjadikan mata pencaharian ini sebagai mata pencaharian sampingan karena mereka siang dan paginya dapat beraktivitas seperti biasa.


Adapun tahapan pembuatan gula aren yaitu:





















Gambar 1 : Memasak nira menjadi gula


Ini dia proses pemanasan yang lumayan biasanya berlangsung selama 1-3 jam, ini tergantung dengan jumlah nira yang di masak. Pada saat memasak nira jangan lupa untuk selalu di aduk sampai nira benar benar mendidih. Proses pemanasan nira selesai ketika nira sudah kental dan mempunyai volume sekitar 8 %. Ketika nira sudah pekat, proses pengadukan harus lebih cepat. untuk bisa jadi gula dan memerlukan api yang besar untuk memasak nira tersebut, sehingga warga disana menggunakan kayu bakar karena prosesnya bisa jadi maksimal dan dalam rasa yang di hasilkannya pun berbeda.





Gambar 2 : Pecetakan gula










Gambar 3 : ketika menuangkan gula


Ini adalah proses pencetakan gulanya, jadi setelah gula matang lau tuangkan kedalam cetakan yang terbuat dari bambu ( Gambar 2) dan kemudian di diamkans ampai kering.






Gambar 4 : setelah gula kering

Ini adalah gula yang sudah kering dan tinggal di bungkus dengan daun kelapa.

Objek Wisata Unggulan di Desa Pasanggrahan


  • Wisata Cimincul




Sumber Mata Air Cimincul ini berasal dari bahasa sunda, menurut warga sekitar cimincul ini berasal dari dua kata yaitu cai mincul yang berarti air yang timbul. Sumber mata air cimincul saat ini memang sudah diketahui oleh beberapa wisatawan khusus nya dari kota Subang tepatnya berada di Desa Pasangrahan Kecamatan Kasomalang.


Wisata Sumber Mata Air Cimincul ini berada dipersawahan desa Pasangrahan. Airnya yang jernih dan sangat alami kerap dijadikan lokasi selfie seperti Underwater( berpoto di dalam air), bahkan para pengunjung rasanya tidak lengkap kalo tidak menyeburkan diri ke dalam sumber mata air ini.

Menggunakan tiket yang terjangkau oleh masyarakat sehingga dapat dikunjungi semua kalangan dan aliran airnya kini sudah diatur adanya penampungan, di dalam airnya pun terdapat batu-batu alami yang menambah daya tarik pengunjung di sumber mata air cimincul ini terdapat dua kolam mata air yang dapat digunakan oleh kalangan anak-anak dan dewasa, untuk kolam mata air yang digukan untuk anak-anak dengan kedalaman 50 cm dan kolam untuk dewasa kedalamannya mencapai 150 cm, untuk menuju ke lokasi tersebut sangatlah gampang, untuk ketempat wisata ini, anda bisa melalui jalur tol Cipali dan keluar di Gate kalijati (Jln.raya kalijati) - Jalan Cijambe-Jalan Cagak- Jalan Kasomalang, jarak dari kota Subang anda bisa menempuhnya sekitar 27 Km ( 90 menit ). Adapun dari kota Bandung, jarak subang sekitar 30 Km atau memakan waktu 120 menit.


Ada satu keunikan di wisata sumber mata air cimincul ini terdapat perahu yang terbuat dari drum plastik yang di belah menjadi dua dan dapat digunakan oleh pengunjung wisata yang mampu berenang maupun tidak,ataupun dapat digunakan untuk berfoto.


  • Wisata Curug Masigit





Kecamatan Kasomalang Kabupaten Subang memiliki keanekaragaman potensi wisata, terutama wisata alam. Ini dikarenakan wilayah Kecamatan Kasomalang secara geografis terletak pada dataran tinggi atau biasa disebut daerah pegunungan, lokasi Kecamatan daerah selatan Kabupaten Subang ini yang bisa menjadi lintasan jalur alternatif Subang-Sumedang.

Di Kecamatan Kasomalang, atau lebih tepatnya di desa Pasanggrahan ini, selain memiliki tempat wisata pemandingan Cimincul juga mata air Cipondok, ternyata masih menyimpan pesona lokasi wisata yang tak kalah menarik, yaitu obyek wisata Curug Masigit yang terletak kurang lebih 500 km dari Kantor Desa Pasanggrahan.


Curug masigit atau dalam bahasa sunda masigit yang mempunyai arti masjid atau mushola ini sudah ada sejak lama, di mana curug tersebut baru diketahui oleh masyarakat luar belum lama ini, ini diakibatkan karena kurangnya tingkat kesadaran akan potensi curug masigit dari masyarakat sekitar, dan memang lokasinyapun berada di antara pesawahan dan kebun.


Ada daya tarik tersendiri pada curug masigit tersebut. salah satu diantaranya adalah ada salah satu ikon batu yang dijadikan tempat untuk sembahyang oleh warga yang beristirahat disana, dan juga keadaan curug yang memang sangat masih alami dengan air yang sangat jernih.

  • Wisata Sumber Mata Air Cipondok





Mata Air Cipondok adalah sebuah mata air yang kini dijadikan sebagai tempat pemandian umum bagi warga sekitar. ini berada di Kampung Cipondok, Desa Pasanggrahan, Kecamatan Kasomalang, Kabupaten Subang, Propinsi Jawa Barat. Tempat ini berada dekat dengan pabrik air mineral yang sudah ternama di Indonesia.


Mata air yang keluar di tempat ini jumlahnya sangat banyak, dan kemudian ditampung pada sebuah penampungan yang mirip dengan kolam kecil. Kolam kecil ini yang menjadi tempat berenang bagi warga sekitar. Dan dari mata air ini pula, namun berbeda sumbernya yang dijadikan sebagai pasokan utama bagi pabrik air minum mineral dan PDAM. Pabrik air mineral ternama pun berdiri tak jauh dari sumber mata air ini.


Mata air di tempat ini airnya sangatlah jernih dan bahkan kejernihannya sama dengan air minum kemasan atau galon yang sering kita minum. Selain itu debit air yang keluar pun sangat banyak. Meskipun musim kemarau sekalipun, mata air ditempat ini tetap mengeluarkan air dalam jumlah yang besar dan seakan tak pernah ada habisnya.


Sebenarnya tempat ini bukanlah sebuah tempat wisata umum seperti pemandian Ciater atau Sari Ater. Tempat ini hanya sebuah penampungan dari sebuah mata air yang kemudian dijadikan tempat mandi bagi warga sekitar. Karena banyaknya warga yang sering datang dan mencoba untuk merasakan mandi di mata air yang jernih, maka ditempat ini akhirnya dibangun beberapa fasilitas umum seperti toilet, tempat ganti pakaian, tempat parkir, serta beberapa warung yang menjual berbagai macam makanan dan minuman.


Selain fasilitas umum tersebut, sarana penunjang seperti akses jalan. Tempat ini memiliki prasarana jalan yang buruk. Jalan yang bisa dilalui hanya cukup untuk satu motor, dan perjalanan pun harus menyusuri daerah persawahan yang sangat sempit.


Untuk mencapai tempat ini bisa diakses dengan menggunakan kendaraan roda empat atau roda dua. Namun saat hampir sampai ditempat tujuan atau di depan pintu gerbang pabrik air mineral, kendaraan mobil tidak bisa masuk. Yang bisa masuk adalah kendaraan roda dua atau motor.


Berikut adalah rute singkat dari Kota Bandung menuju Mata Air Cipondok Subang : Kota Bandung – Lembang – Jalan Raya Tangkuban Perahu – Melewati Sari Ater – Jalan Cagak – Patung Nanas – Belok ke kanan arah Sumedang, Jika melewati rute dari Kota Subang menuju Mata Air Cipondok : Kota Subang – Jalan Cagak – Patung Nanas – Belok ke kiri arah Sumedang.


Patokan yang paling mudah adalah terlebih dahulu melewati patung nanas. Di bundaran patung nanas ini ada persimpangan ke arah kiri menuju Subang, serta arah kanan yang menuju arah Sumedang. Kamu hanya perlu mengambil arah kanan menuju arah Sumedang, jika dari arah Kota Subang di bundaran patung nanas belok kiri. Di sepanjang arah jalan ini kamu akan melewati perkebunan teh, kelapa sawit serta banyak di pinggir jalan truk-truk yang membawa galon dalam jumlah yang banyak.



Setelah melewati area perkebunan teh, kamu akan menemukan plang kawasan pabrik air mineral. Arahkan kendaraan menuju kawasan tersebut tapi jangan masuk ke kawasan pabrik tersebut namun masuk ke arah kiri yang terdapat sungai kecil dan jalan setapak yang lebih kecil.

Selasa, 15 Agustus 2017

Sosialisasi Kesadaran Masyarakat Akan Potensi Wisata di Desa Pasanggrahan


Kamis, 3 Agustus 2017 Desa Pasanggrahan mengadakan rapat tahunan untuk pembentukan kepengurusan kegiatan acara 17 Agustusan yang kegiatannya dilangsungkan bersama dengan kegiatan program dari KKNM Universitas Subang yang bertemakan "Sosialisasi Kesadaran Masyarakat Akan Potensi Wisata di Desa Pasanggrahan".

Rapat tersebut dihadiri sekitar kurang lebih 60 orang peserta dari berbagai kalangan baik dari perwakilan tiap RW, dari pihak kecamatan, pihak Dinas Pariwisata, Mahasiswa KKNM dan Masyarakat. Kegiatan ini dilaksanakan untuk memastikan pembentukan panitia 17 agustusan serta dari program KKNM itu sendiri untuk menyadarkan masyarakat akan potensi wisata yang ada di Desa Pasanggrahan.

Menurut ketua Rw 07 Desa Pasanggrahan, "saya sangat berterimakasih telah diadakannya sosialisasi tentang kesadaran masyarakat akan potensi wisata, setelah saya mendengar materi yang telah diberikan membuat semangat mulai tumbuh kembali sehingga saya berpikiran ingin mengangkat kembali kebudayaan Sisinggan Desa pasanggrahan yang kini telah meredup dan sekarang saya ingin menghidupkannya lagi".

Pengembangan Ekonomi Masyarakat Desa Pasanggrahan

PKK dengan KKNM Universitas Subang mengadakan rapat rutin di desa pasanggrahan.
KKNM Universitas Subang Di desa Pasanggrahan, Kecamatana Kasomalang, Kabupaten Subang mengadakan pertemuan dengan ketua dan anggota PKK di Desa Pasanggrahan dengan pertemuan sore hari ini yang diadakan di masjid MTS Desa Pasanggrahan, Sabtu 12 agustus 2017. Kegiatan ini dilaksanakan untuk mengembangkan ekonomi masyarakat dari segi home industri yang ada di Desa Pasanggrahan.

Kegiatan tersebut yang dihadirkan oleh 15 orang yang dengan berbagai RW atau RT Di Desa Pasanggrahan. Kegiatan ini dilaksanakan oleh Mahasiswa KKN agar masyarakat dapat mengembangkan olahan buatan atau home industri dengan efektif yaitu dengan mengunakan media sosial. 

Menurut Yani Heryani, selaku pengurus PKK Desa Pasanggrahan "sangat beterimakasih atas materi-materi yang disampaikan, dikarenakan materi ini sangat bermanfaat buat kami yang sehingga produk yang kami buat akan bisa lebih maju kedepannya" jelasnya.

Senin, 07 Agustus 2017

Kesenian Gembyung di Desa Pasanggrahan Terus Dilestarikan

Kesenian Gembyung di Desa Pasanggrahan Terus Dilestarikan - Kesenian Gembyung merupakan kesenian tradisional di daerah sunda. Termasuk di Desa Pasanggrahan, Kecamatan Kasomalang, Kabupaten Subang.

Seni Gembyung biasanya dilakukan pada acara-acara dan upacara adat menjadi hiburan rakyat.




Rangginang jadi Salah Satu Produk Unggulan Desa Pasanggrahan

Rangginang jadi Salah Satu Produk Unggulan Desa Pasanggrahan - Rangginang merupakan salah satu produk unggulan yang dimiliki oleh Desa Pasanggrahan. Rangginang merupakan salah satu produk kue olahan tradisional


Objek Wisata Cimincul jadi Destinasi Favorit para Traveller

Objek Wisata Cimincul jadi Destinasi Favorit para Traveller - Salah satu potensi yang dimiliki oleh Desa Pasanggrahan adalah objek wisata Cimincul.

Cimincul merupakan sumber mata air yang berada di Desa Pasanggrahan, awalnya tempat ini merupakan sumber mata air biasa yang sering digunakan masyarakat sekitar untuk bermain, mandi dan berenang. Namun dikarenakan keindahan lokasi ini maka semakin banyak yang mengunjungi.

Kemudian, banyak para traveller memviralkan keindahan yang dimiliki Cimincul di Media Sosial, yang membuat para backpacker penasaran dengan keindahan sumber air Cimincul.


Minggu, 06 Agustus 2017

Pelatihan Pengelolaan Website Desa Pasanggrahan

Karang Taruna tingkat RW Desa Pasanggrahan, Kecamatan Kasomalang, Kabupaten Subang mengadakan acara pelatihan pengelolaan website dan pengenalan media sosial bersama KKN Unsub Kelompok 22 di Posko KKNM, Senin tanggal 7 Agustus 2017. Kegiatan tersebut dilaksanakan untuk menambah wawasan anggota karang taruna tentang website dan media sosial.

Kegiatan Pelatihan Pengelolaan Website Karang Taruna Desa Pasanggrahan



Kegitan tersebut diikuti oleh sedikitnya 20 anggota karang taruna tingkat RW di desa Pasanggrahan. Diantaranya, Karang taruna  RW. 08 dan 09. Sedangkan yang lain berhalang hadir.

Menurut Epi Saepudin, Ketua Karang Taruna RW 08 kegiatan tersebut sangat bermanfaat terutama untuk menambah pengetahuan para anggota karang taruna.

"Ya, Alhamdulillah, sangat bermanfaat, saya sangat, mengapresiasi kegiatan yang diadakan oleh rekan-rekan KKNM Unsub," jelasnya.